Serial "Dear Jo: Series" merupakan salah satu drama romantis terbaru yang dipersembahkan oleh Viu Original pada tahun 2024. Disutradarai oleh Monty Tiwa, serial ini merupakan adaptasi dari film berjudul Dear Jo: Almost is Never Enough yang telah rilis pada tahun 2023. Serial ini membawa isu yang cukup jarang diangkat di Indonesia, yaitu tentang ibu pengganti (surrogacy) dengan balutan drama romantis yang kompleks. Menghadirkan aktor ternama seperti Steffan William, Anggika Bolsterli, dan Yesaya Abraham, Dear Jo: Series menjanjikan cerita yang penuh emosi dan konflik cinta yang rumit.
Sinopsis
Ella dan Maura, dua sahabat yang bekerja di Kedutaan Besar Indonesia di Baku, Azerbaijan, memiliki impian yang sama untuk menemukan pasangan hidup mereka. Namun, takdir berbelok ketika Ella mulai jatuh cinta pada Joshua, yang ternyata adalah calon suami Maura. Demi kebahagiaan sahabatnya, Ella mundur dari perasaannya terhadap Joshua. Segalanya berubah ketika Ella pindah dan mengalami tragedi kehilangan suaminya, Samir, dalam sebuah kecelakaan, meninggalkannya dalam keadaan hamil. Maura, yang tengah berjuang dengan masalah kesuburan, mendapatkan harapan baru saat Ella setuju untuk menjadi ibu pengganti baginya. Namun, nasib kembali berpihak tidak adil ketika kecelakaan merenggut nyawa Maura. Joshua (Jo), yang patah hati setelah kehilangan Maura, terjebak dalam perjodohan dengan Carissa yang diatur oleh keluarganya di Indonesia.
Ulasan
Dear Jo: Series berhasil memadukan drama romantis dengan tema surrogacy yang jarang diangkat di Indonesia. Monty Tiwa, yang juga menulis naskah, mampu menghadirkan cerita yang kompleks namun tetap mudah diikuti. Alur ceritanya dikemas dengan baik, meski di beberapa bagian terasa lambat. Karakterisasi yang mendalam, terutama pada karakter Ella dan Jo, membuat penonton bisa merasakan konflik batin yang mereka hadapi.
Penampilan Steffan William sebagai Jo dan Anggika Bolsterli sebagai Ella patut diacungi jempol. Mereka berhasil menyampaikan emosi yang kompleks dan menjalin chemistry yang kuat di layar. Sementara itu, Yesaya Abraham sebagai Joshua juga memberikan performa yang cukup solid meski perannya terbatas pada fase awal cerita. Sinematografi serial ini juga tidak mengecewakan, dengan pemandangan kota Baku yang eksotis dan penggunaan pencahayaan yang dramatis untuk memperkuat emosi setiap adegan.
Namun, meski memiliki premis yang menarik, serial ini sedikit terganggu oleh pacing yang tidak konsisten. Beberapa episode terasa terlalu panjang dengan pengulangan konflik yang seharusnya bisa diselesaikan lebih cepat. Selain itu, subplot perjodohan Jo dengan Carissa terkesan kurang dieksplorasi, sehingga meninggalkan kesan kurang memuaskan bagi penonton yang mengharapkan penyelesaian yang lebih dalam.
Pesan Moral
Serial ini menyampaikan pesan tentang pengorbanan, cinta tanpa syarat, dan kekuatan persahabatan. Ella dan Maura menjadi contoh nyata bagaimana cinta dan persahabatan bisa berjalan berdampingan, meskipun harus menghadapi berbagai cobaan. Selain itu, serial ini juga menekankan pentingnya menerima takdir dan menjalani hidup dengan keteguhan hati meskipun menghadapi kesulitan.
Movviu Emotive Index (MEI)
MEI-5 Mengharukan & Emosional
Serial ini sangat mengharukan dengan tema cinta, kehilangan, dan pengorbanan. Penonton akan terbawa oleh cerita yang penuh air mata, terutama saat menghadapi tragedi yang dialami oleh Ella dan Maura. Serial ini menggugah emosi dengan eksplorasi mendalam tentang cinta dan hubungan manusia, terutama ketika Ella harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan suami dan sahabatnya. Setiap episode menyentuh berbagai emosi, dari kebahagiaan hingga kesedihan yang mendalam.
MEI-9 Romantis & Penuh Gairah
"Dear Jo: Series" berpusat pada kisah cinta segitiga yang rumit dan penuh gairah antara Ella, Jo, dan Maura. Romansa dalam serial ini dieksplorasi dengan nuansa yang dalam dan menyentuh, menggambarkan kompleksitas cinta sejati, rasa sakit kehilangan, dan keinginan untuk membuat orang yang dicintai bahagia. Elemen romantis dan penuh gairah hadir secara konsisten dalam perkembangan cerita, memperkuat aspek emosional dan dramatis.
MEI-12 Provokatif & Tidak Nyaman
Serial ini juga menyentuh isu kontroversial seperti surrogacy (ibu pengganti) yang masih dianggap tabu di beberapa budaya, terutama di Indonesia. Hal ini membuat serial ini provokatif dan mungkin tidak nyaman bagi sebagian penonton, karena mengangkat dilema etika dan moral yang kompleks. Situasi-situasi sulit yang dihadapi oleh karakter-karakternya juga menantang norma sosial dan memaksa penonton untuk merenung lebih dalam tentang keputusan-keputusan yang diambil oleh tokoh-tokoh utama.
MEI-10 Nostalgia & Reflektif
Meskipun diwarnai dengan konflik dan drama, serial ini juga memicu perasaan nostalgia dan reflektif bagi penonton. Melalui kisah Ella yang harus merenungi masa lalu dan pilihan-pilihannya, serial ini mengajak penonton untuk merefleksikan hubungan mereka sendiri dan keputusan-keputusan yang pernah mereka ambil. Tema persahabatan, pengorbanan, dan cinta masa lalu memberikan nuansa reflektif yang kuat dalam cerita.
Kelebihan
Kekuatan utama dari Dear Jo: Series terletak pada tema yang berani dan jarang diangkat di Indonesia, yaitu tentang ibu pengganti. Penampilan para pemainnya, terutama Steffan William dan Anggika Bolsterli, sangat memikat dan berhasil menyampaikan emosi yang mendalam. Sutradara Monty Tiwa juga berhasil menciptakan atmosfer yang mendukung jalan cerita dengan sinematografi yang indah dan penggunaan latar yang menarik, yaitu kota Baku. Selain itu, serial ini memberikan representasi yang kuat tentang persahabatan perempuan yang tulus dan bagaimana cinta bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk.
Kekurangan
Salah satu kelemahan serial ini adalah pacing yang terkadang tidak konsisten, membuat beberapa episode terasa lambat dan bertele-tele. Selain itu, subplot tentang perjodohan Jo dengan Carissa kurang digarap dengan baik, sehingga terkesan hanya menjadi pengisi cerita tanpa dampak yang signifikan. Bagi penonton yang mengharapkan resolusi yang cepat dan dinamis, serial ini mungkin terasa sedikit berat untuk diikuti.
Kesimpulan
Dear Jo: Series adalah drama romantis yang penuh emosi dan refleksi tentang cinta, persahabatan, dan pengorbanan. Meskipun memiliki beberapa kelemahan dalam hal pacing dan pengembangan subplot, serial ini tetap layak untuk ditonton, terutama bagi mereka yang menyukai drama dengan tema yang mendalam dan isu yang jarang dibahas. Dengan penampilan aktor yang kuat dan sentuhan visual yang indah, Dear Jo: Series berhasil menjadi salah satu tontonan menarik di tahun 2024.
0 Komentar